| Klasifikasi | Semi Teknis |
| Sumber Air | Rawa setempat |
| Luas Baku | ± 200 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun kelapa sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 2 Unit Sadap (tidak berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit (tidak berfungsi) |
| Saluran Primer | 662,86 m |
| Saluran Sekunder | 263,37 m |
| Saluran Pasang | 405,71 m (tidak berfungsi) |
| Saluran Tanah | 520,52 m |
Daerah Irigasi Air Cecar SP. III (200Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Cecar SP. III, Kecamatan BTS Ulu. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 317.582 dan Y = 9.609.639 tepatnya berada di Desa Cecar SP. III, Kecamatan BTS Ulu. Adapun informasi umum D.I. Air Cecar SP. III sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, daerah irigasi ini sudah tidak layak untuk dikelola atau dikembangkan sebagai daerah irigasi.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Air Cecar SP.III| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Umbai |
| Luas Baku | ± 100 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun campuran (Karet & Sawit) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 5 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 1.702 m |
| Saluran Pasang | 1.558 m |
| Saluran Tanah | 144 m |
Daerah Irigasi Air Kambil (100 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Mulyosari, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 289.146 dan Y= 9.661.452 tepatnya berada di Desa Mulyosari, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Air Kambil sebagai berikut:
Foto udara tahun 2021 untuk wilayah sekitar D.I. Air Kambil| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Bakul |
| Luas Baku | ± 40 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 250 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 250 m |
Daerah Irigasi Air Kelingi SP.II (40 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Air Kelingi SP. II, Kecamatan Muara Kelingi. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 297.790 dan Y= 9.673.125 tepatnya berada di Desa Air Kelingi SP. II, Kecamatan Muara Kelingi. Adapun informasi umum D.I. Air Kelingi SP.II sebagai berikut:
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Kelingi SP. II | Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Bakul |
| Luas Baku | ± 36 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | 2 Unit Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 1.330 m |
| Saluran Pasang | 1.330 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Air Nangka (36 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sameteh, Kecamatan Muara lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 312.954 dan Y= 9.681.450 tepatnya berada di Desa Sameteh, Kecamatan Muara lakitan. Adapun informasi umum D.I. Air Nangka sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Air Nangka sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Air Nangka | Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Anak Sungai Dangku |
| Luas Baku | ± 171 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 2 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 217.42 m |
| Saluran Sekunder | 389.35 m |
| Saluran Pasang | 606.77m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Dangku (171 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Dangku dan Sendang Sari, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 286.538 dan Y = 9.663.065 tepatnya berada di Desa Dangku, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Dangku sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Dangku sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Dangku | Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Air Rukem |
| Luas Baku | ± 96 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak Ada |
| Areal Layanan | 100% kebun campuran (kebun karet dan sawit) |
| Bangunan Ambil | 2 Unit Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 6 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 2 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 1.397 m |
| Saluran Sekunder | 606 m |
| Saluran Pasang | 953 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 1.050 m |
Daerah Irigasi Kosgoro (96 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 256.661 dan Y = 9.667.081 tepatnya berada di Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Kosgoro sebagai berikut:
Foto udara tahun 2019 untuk wilayah sekitar D.I. Kosgoro | Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Padang Lutut |
| Luas Baku | ± 10 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 159 m |
| Saluran Pasang | 159 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Marga Baru (10 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat –X= 290.892 dan Y= 9.688.845 tepatnya berada di Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Marga Baru sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Marga Baru sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
Foto udara tahun 2018 untuk wilayah sekitar D.I. Marga Baru | Klasifikasi | Irigasi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Megang |
| Luas Baku | ± 912 Ha |
| Luas Fungsi | ± xxxx Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 25% lahan sawah fungsi dan 75% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 3 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 17 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.403 m |
| Saluran Pasang | 1.403 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Megang Tikip (912 Ha)
Pembangunan dimulai Tahun Anggraan 1975/1976 sampai Tahun Anggaran 1986/1987 yang sudah menyerap dana sebesar Rp. 1.729.773.700,-. Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Sari dan Desa Wonosari, Kecamatan Purwodadi untuk daerah layanan intake kiri, sedangkan Desa Karyadadi, Desa Purwakarya, Desa Trikarya, Kecamatan Purwodadi untuk daerah layanan intake kanan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.085396o, 102.922501o tepatnya berada di Desa Purwakarya, Kecamatan Purwodadi. Adapun informasi umum D.I. Megang Tikip sebagai berikut:
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Megang Tikip| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 40 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 59,76 m |
| Saluran Pasang | 59,76 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya (40 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 300.913 dan Y= 9.689.264 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Pelita Jaya | Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 723,71 m |
| Saluran Pasang | 723,71 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya I (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 300.632 dan Y= 9.688.267 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya I sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya I sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawait lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
Foto udara tahun 2023 untuk wilayah sekitar D.I. Pelita Jaya I| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 333,30 m |
| Saluran Pasang | 333,30 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya II (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 298.059 dan Y= 9.688.419 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya II sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya II sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Pelita Jaya II| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Air Lakitan |
| Luas Baku | ± 25 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 91 m |
| Saluran Pasang | 38,20 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 52,80 m |
Daerah Irigasi Sawah Pangeran (25 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sawah Pangeran, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 312.828 dan Y= 9.684.245 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sawah Pangeran sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi sawah pangeran sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola ataudikembangkan.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Sawah Pangeran| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Area genangan/rawa |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 136,85 m |
| Saluran Pasang | 136,85 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Setia Marga (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Setia Marga, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 285.678 dan Y= 9.691.034 tepatnya berada di Desa Setia Marga, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Setia Marga sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Setia Marga sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi.
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Setia Marga| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Keruh (Area genangan/rawa) |
| Luas Baku | ± 10 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun campuran (kebun sawit dan karet) |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 184 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 184 m |
Daerah Irigasi Sidomulyo (10 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 296.495 dan Y= 9.689.401 tepatnya berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sidomulyo sebagai berikut:
Foto udara tahun 2022 untuk wilayah sekitar D.I. Sidomulyo| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Kepahyang |
| Luas Baku | ± 50 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Sadap ((Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 2.814,37 m |
| Saluran Pasang | 2.814,37 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sungai Pinang (50 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 311.297 dan Y= 9.676.376 tepatnya berada di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sungai Pinang sebagai berikut:
⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini,Irigasi Sungai Pinang sudah tidak berfungsi lagi, karena bangunan pengambilan utama sudah rusak berat dan area layanan telah beralih fungsi menjadi lahan kebun sawit. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi.
Foto udara tahun 2023 untuk wilayah sekitar D.I. Sungai Pinang