GAMBARAN UMUM KABUPATEN MUSI RAWAS
LETAK GEOGRAFIS DAN LUAS WILAYAH
Letak Geografis dan Luas Wilayah Berdasarkan letak astronomis, Kabupaten Musi Rawas terletak pada posisi 102°07'00” – 103°40'00” BT dan 2°20'00” – 3°38'00” LS.
Secara geografis, letak Kabupaten Musi Rawas yang merupakan salah satu kabupaten paling barat di Provinsi Sumatera Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas Utara di bagian utara, Kabupaten Empat Lawang di bagian selatan, Provinsi Bengkulu dan Kota Lubuklinggau di bagian barat dan Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Muara Enim di bagian timur.
Kabupaten Musi Rawas secara keseluruhan memiliki luas wilayah 6.357,13 Km2, dimana wilayah terluas dimiliki oleh Kecamatan Muara Lakitan dengan luas mencapai 30,89 persen dari total luas wilayah kabupaten ini.
TOPOGRAFI
Secara umum, wilayah Kabupaten Musi Rawas memiliki topografi yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Ketinggian wilayah kabupaten ini berkisar antara 25-1000 meter di atas permukaan laut.
KEADAAN TANAH
Keadaan tanah di Kabupaten Musi Rawas terbagi atas tujuh jenis tanah, yaitu:
- Aluvial: ciri warna coklat kekuningan.Terbentuk dari endapan liat dan pasir, dijumpai di daerah Kecamatan Tugumulyo dan Muara Kelingi, tanah ini sangat cocok untuk tanaman padi dan palawija.
- Litosol: cocok untuk tanaman keras,rumput-rumputan dan usaha ternak. Seluas 7,17 persen wilayah Kabupaten Musi Rawas merupakan jenis tanah ini.
- Asosiasi Latisol: hanya seluas 0,77 persen dari luas kabupaten merupakan tanah jenis ini, terdapat di Kecamatan STL Ulu dan Rupit.
- Regosol: sangat cocok untuk padi sawah, palawija dan tanaman keras. Luasnya sama dengan tanah jenis asosiasi latisol hanya 0,77 persen dari luas wilayah dan 55,89 persen nya berada di Kecamatan Muara Beliti dan 13,34 persen di Kecamatan Rawas Ulu.
- Podsolik: tanah jenis ini seluas 37,72 persen dari luas kabupaten, merupakan jenis tanah terluas di Kabupaten Musi Rawas, baik untuk tanaman padi sawah, padi ladang dan tanaman karet. Sebagian besar di Kecamatan Rupit, Rawas Ulu, Muara Lakitan dan Jayaloka.
- Asosiasi Podsolik: hanya terdapat di Rawas Ilir dan Kecamatan Muara Lakitan dengan luas keseluruhan 29,59 persen dari luas wilayah kabupaten.
- Komplek Podsolik: hanya terdapat di Kecamatan Rawas Ulu dan meliputi seluas 16 persen dari wilayah kabupaten.
PEMANFAATAN LAHAN
Lahan di Kabupaten Musi Rawas paling banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan, yakni seluas 325.405,00 Ha atau 26,31 persen dari total luas lahan kabupaten ini. Lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan untuk Rumah, Bangunan, dan halaman sekitarnya hanya seluas 42.056,00 ha atau 3,40 persen. Sementara itu, 283.368,00 Ha atau 22,91 persen lahan di Kabupaten ini masih berupa hutan, baik hutan rakyat maupun Hutan Negara.
HIDROLOGI
Wilayah Kabupaten Musi Rawas dialiri oleh lima sungai utama yang umumnya dapat dilayari, yakni Sungai Musi, Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, dan Sungai Semangus. Selain itu, masih terdapat sungai-sungai lainnya yang merupakan anak sungai-sungai utama tersebut, seperti Sungai Keruh, Sungai Lintang, dan Sungai Kungku yang merupakan anak dari Sungai Musi.
Selain memiliki sungai-sungai besar, di Kabupaten ini juga terdapat beberapa danau, di antaranya Danau Raya di Kecamatan Rupit dan Danau Aur di Kecamatan Sumber Harta. Selain fungsinya sebagai penampung air, danau-danau ini juga merupakan potensi wisata bagi Kabupaten Musi Rawas.
FLORA DAN FAUNA
Wilayah Kabupaten Musi Rawas masih terdapat wilayah hutan yang luas sehingga banyak jenis tanaman hutan termasuk kayu dan non kayu yang bisa ditemui, antara lain meranti, merawan, akasia, rotan dan lain-lain.
Fauna yang masih bisa dijumpai di Kabupaten Musi Rawas seperti harimau, gajah, monyet, rusa dan kijang, ayam hutan, buaya dan banyak lagi.
IKLIM
Kabupaten Musi Rawas memiliki iklim tropis dan basah dengan curah hujan rata-rata per bulan pada tahun 2024 sebesar 200 mm dengan rata-rata hari hujan 15 hari per bulannya. Curah hujan rata-rata tertinggi dan hari hujan terbanyak terjadi pada bulan April yakni 495 mm dengan 22 hari hujan pada bulan tersebut.
Teknis (UPT)
Luas Layanan
MENGENAL MUSI RAWAS & PENGAIRAN
Menyajikan informasi mengenai sejarah Kabupaten Musi Rawas, identitas daerah, serta perjalanan Dinas PU Bidang Pengairan dalam mengelola sumber daya air sebagai fondasi pembangunan, pelayanan publik, dan ketahanan pangan di Kabupaten Musi Rawas.

Sejarah Berdirinya Kabupaten Musi Rawas
Perjalanan Kabupaten Musi Rawas merupakan kisah panjang tentang terbentuknya sebuah daerah yang terus berkembang dari masa ke masa. Sejarah tersebut menjadi landasan dalam membangun pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat hingga saat ini.
Baca Selengkapnya →
Sejarah Lambang Kabupaten Musi Rawas
Setiap unsur pada Lambang Kabupaten Musi Rawas mengandung makna yang mencerminkan identitas, nilai perjuangan, serta harapan masyarakat terhadap masa depan daerah. Simbol-simbol tersebut menjadi representasi semangat pembangunan yang terus dijaga hingga sekarang.
Baca Selengkapnya →
Sejarah Departemen Pekerjaan Umum
Perjalanan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah Departemen Pekerjaan Umum. Melalui berbagai perubahan dan perkembangan kelembagaan, instansi ini terus berperan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Selengkapnya →
Sejarah Dinas PU Bidang Pengairan
Pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi di Kabupaten Musi Rawas berkembang seiring perjalanan organisasi yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Sejarah Dinas PU Bidang Pengairan mencerminkan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah.
Baca Selengkapnya →
Gambaran Umum Kabupaten Musi Rawas
Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi alam yang melimpah, didukung oleh sektor pertanian, sumber daya air, serta kondisi geografis yang strategis. Berbagai potensi tersebut menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Selengkapnya →
PETA ADMINISTRASI
KABUPATEN MUSI RAWAS
AKTIVITAS PENGELOLAAN IRIGASI
Dokumentasi kegiatan operasional pengelolaan jaringan irigasi oleh Dinas PU Pengairan Kabupaten Musi Rawas.
Pengukuran Debit Air
Pengukuran debit dilakukan secara berkala untuk mengetahui ketersediaan air sebagai dasar pengaturan distribusi air irigasi sehingga pelayanan air kepada lahan pertanian dapat berlangsung secara optimal.
Pemeliharaan Saluran Irigasi
Pembersihan sedimentasi, rumput liar, dan perbaikan ringan saluran dilakukan secara rutin agar aliran air tetap lancar serta menjaga fungsi jaringan irigasi dengan baik.
Pengaturan Bukaan Pintu Air
Pengaturan bukaan pintu air dilaksanakan berdasarkan kebutuhan distribusi air pada setiap daerah irigasi agar pembagian air berlangsung merata dan sesuai rencana tanam.
Monitoring Daerah Irigasi
Monitoring lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi jaringan irigasi, mendata kerusakan, dan menentukan langkah penanganan maupun pemeliharaan lanjutan.
INFORMASI & LAYANAN PUBLIK
Akses berbagai informasi dan layanan pengairan Kabupaten Musi Rawas secara mudah, cepat, dan terintegrasi.
Profil Daerah Irigasi
Melihat informasi lengkap setiap daerah irigasi, luas layanan, jaringan irigasi, serta kondisi umum di Kabupaten Musi Rawas.
Lihat Daerah Irigasi →Portal Informasi Debit Air
Melihat data debit air yang dipublikasikan kepada masyarakat berdasarkan wilayah pengelolaan UPT Daerah Irigasi.
Lihat Informasi →Petugas Daerah Irigasi
Mengetahui petugas penanggung jawab pada setiap daerah irigasi beserta wilayah kerja dan informasi kontak resminya.
Galeri Kegiatan
Dokumentasi kegiatan operasional, pemeliharaan jaringan irigasi, survei lapangan, serta aktivitas Bidang Pengairan.
Pengaduan Masyarakat
Sampaikan laporan, saran, maupun keluhan terkait jaringan irigasi agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas yang berwenang.
Kontak & Lokasi
Informasi alamat kantor, nomor telepon, email, jam pelayanan, serta lokasi UPT Daerah Irigasi Kabupaten Musi Rawas.