| Klasifikasi | Semi Teknis |
| Sumber Air | Rawa setempat |
| Luas Baku | ± 200 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun kelapa sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 2 Unit Sadap (tidak berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit (tidak berfungsi) |
| Saluran Primer | 662,86 m |
| Saluran Sekunder | 263,37 m |
| Saluran Pasang | 405,71 m (tidak berfungsi) |
| Saluran Tanah | 520,52 m |
Daerah Irigasi Air Cecar SP. III (200Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Cecar SP. III, Kecamatan BTS Ulu. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 317.582 dan Y = 9.609.639 tepatnya berada di Desa Cecar SP. III, Kecamatan BTS Ulu. Adapun informasi umum D.I. Air Cecar SP. III sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, daerah irigasi ini sudah tidak layak untuk dikelola atau dikembangkan sebagai daerah irigasi.
| Klasifikasi | Irigasi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Deras |
| Luas Baku | ± 542 Ha |
| Luas Fungsi | ± 35 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 6% lahan sawah dan 94% kebun campuran (karet dan sawit) |
| Bangunan Ambil | Bendungan/Bendung (kondisi rusak ringan) |
| Lebar Mercu Pelimpah | 17,20 m |
| Bangunan Bagi | 8 Unit Sadap (Kondisi 6 Unit Rusak Sedang & 2 Unit Rusak Berat) |
| Bangunan Pelengkap | 28 Unit Bangunan (Kondisi Rusak Ringan Hingga Rusak Berat) |
| Saluran Primer | 4.700 m |
| Saluran Pasang | 3.920 m (Kondisi Rusak Ringan Hingga Rusak Berat) |
| Saluran Tanah | 780 m |
Daerah Irigasi Air Deras II (Bendung Aur) (542 Ha)
Pembangunan dimulai Tahun Anggraan 1984/1985 sampai Tahun Anggaran 1987/1988 yang sudah menyerap dana sebesar Rp. 2.577.662.750,-. Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Harta, Kecamatan Sumber Harta. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.097888o , 102.9242o tepatnya berada di Desa Air Deras, Kecamatan Sumber Harta. Adapun informasi umum D.I. Air Deras II (Bendung Aur) sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Moyan |
| Luas Baku | ± 386 Ha |
| Luas Fungsi | ± 81 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 20% lahan sawah dan 80% kebun campuran (karet & sawit) |
| Bangunan Ambil | Bendungan (Kondisi Rusak Ringan) |
| Lebar Mercu Pelimpah | 12 m |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Bangunan Bagi (Kondisi Rusak Sedang) dan 4 Unit Sadap (Kondisi Rusak Sedang & Rusak Berat) |
| Bangunan Pelengkap | 34 Unit Bangunan (Kondisi Rusak Ringan hingga Rusak Berat) |
| Saluran Primer | 1.985 m |
| Saluran Pasang | 1.985 m (Kondisi Rusak Ringan hingga Rusak Sedang) |
| Saluran Tanah | 780 m |
Daerah Irigasi Air Deras II (Bendung Air Moyan) (386 Ha)
Secara administratif daerah irigasi meliputi wilayah Desa Sumber Harta, Kecamatan Sumber Harta. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.078506o, 102.942638o tepatnya berada di Desa Sumber Asri, Kecamatan Sumber Harta. Adapun informasi umum D.I. Air Deras II (Bendung Moyan) sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Umbai |
| Luas Baku | ± 100 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun campuran (Karet & Sawit) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 5 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 1.702 m |
| Saluran Pasang | 1.558 m |
| Saluran Tanah | 144 m |
Daerah Irigasi Air Kambil (100 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Mulyosari, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 289.146 dan Y= 9.661.452 tepatnya berada di Desa Mulyosari, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Air Kambil sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Bakul |
| Luas Baku | ± 40 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 250 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 250 m |
Daerah Irigasi Air Kelingi SP.II (40 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Air Kelingi SP. II, Kecamatan Muara Kelingi. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 297.790 dan Y= 9.673.125 tepatnya berada di Desa Air Kelingi SP. II, Kecamatan Muara Kelingi. Adapun informasi umum D.I. Air Kelingi SP.II sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Bakul |
| Luas Baku | ± 36 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | 2 Unit Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 1.330 m |
| Saluran Pasang | 1.330 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Air Nangka (36 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sameteh, Kecamatan Muara lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 312.954 dan Y= 9.681.450 tepatnya berada di Desa Sameteh, Kecamatan Muara lakitan. Adapun informasi umum D.I. Air Nangka sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Air Nangka sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Ketupak |
| Luas Baku | ± 778 Ha |
| Luas Fungsi | ± 76 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 10% lahan sawah fungsi dan 90% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Lebar Mercu Pelimpah | 10 m |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Bangunan Bagi dan 17 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 23 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 2.540 m |
| Saluran Sekunder | 14.880 m |
| Saluran Pasang | 2.540 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Air Tupak (778 Ha)
Pembangunan dimulai Tahun Anggraan 1980/1981 sampai Tahun Anggaran 1987/1988 yang sudah menyerap dana sebesar Rp. 991.207.300,-. Secara administratif daerah irigasi ini meliputi tiga wilayah yaitu Desa Dwikarya, Kecamatan Tugumulyo serta Desa Tri Karya dan Sinar Karya Kecamatan Purwodadi. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.153207o, 102.984382o tepatnya berada di Desa Dwijaya, Kecamatan Tugumulyo. Adapun informasi umum D.I. Air Tupak sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Anak Sungai Dangku |
| Luas Baku | ± 171 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 2 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 217.42 m |
| Saluran Sekunder | 389.35 m |
| Saluran Pasang | 606.77m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Dangku (171 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Dangku dan Sendang Sari, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 286.538 dan Y = 9.663.065 tepatnya berada di Desa Dangku, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Dangku sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Dangku sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tikip |
| Luas Baku | ± 288 Ha |
| Luas Fungsi | ± 92,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 32% lahan sawah fungsi dan 68% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Lebar Mercu Pelimpah | 8 m |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 21 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.403 m |
| Saluran Pasang | 1.403 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Jajaran Baru (288 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.00006o, 102.999715o tepatnya berada di Desa Jajaran Baru, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Jajaran Baru sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Ketuan Kecil |
| Luas Baku | ± 593 Ha |
| Luas Fungsi | ± 54 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 10% lahan sawah fungsi dan 90% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 8 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 58 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 7.706 m |
| Saluran Pasang | 7.706 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Ketuan Kecil/Bumi Agung (593 Ha)
Pembangunan dimulai Tahun Anggraan 1981/1982 sampai Tahun Anggaran 1987/1988 yang sudah menyerap dana sebesar Rp. 845.867.300,-. Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Bumi Agung dan Desa Mana Resmi, Kecamatan Muara Beliti serta Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.189218o, 102.989563o tepatnya berada di Desa Bumi Agung, Kecamatan Muara Beliti. Adapun informasi umum D.I. Air Ketuan Kecil/ Bumi Agung sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Air Rukem |
| Luas Baku | ± 96 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak Ada |
| Areal Layanan | 100% kebun campuran (kebun karet dan sawit) |
| Bangunan Ambil | 2 Unit Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 6 Unit Bangunan Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 2 Unit Bangunan (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 1.397 m |
| Saluran Sekunder | 606 m |
| Saluran Pasang | 953 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 1.050 m |
Daerah Irigasi Kosgoro (96 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X= 256.661 dan Y = 9.667.081 tepatnya berada di Desa Kosgoro, Kecamatan STL Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Kosgoro sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Padang Lutut |
| Luas Baku | ± 10 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 159 m |
| Saluran Pasang | 159 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Marga Baru (10 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat –X= 290.892 dan Y= 9.688.845 tepatnya berada di Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Marga Baru sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Saat ini, irigasi Marga Baru sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Megang |
| Luas Baku | ± 912 Ha |
| Luas Fungsi | ± xxxx Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 25% lahan sawah fungsi dan 75% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 3 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 17 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.403 m |
| Saluran Pasang | 1.403 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Megang Tikip (912 Ha)
Pembangunan dimulai Tahun Anggraan 1975/1976 sampai Tahun Anggaran 1986/1987 yang sudah menyerap dana sebesar Rp. 1.729.773.700,-. Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Sari dan Desa Wonosari, Kecamatan Purwodadi untuk daerah layanan intake kiri, sedangkan Desa Karyadadi, Desa Purwakarya, Desa Trikarya, Kecamatan Purwodadi untuk daerah layanan intake kanan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.085396o, 102.922501o tepatnya berada di Desa Purwakarya, Kecamatan Purwodadi. Adapun informasi umum D.I. Megang Tikip sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Deras |
| Luas Baku | ± 120 Ha |
| Luas Fungsi | ± 30,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 25% lahan sawah fungsi dan 75% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung/Free Intake (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 3 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 17 Unit |
| Saluran Primer | 1.967 m |
| Saluran Pasang | 1.967 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Paduraksa (120 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Paduraksa, Kecamatan Sumber Harta. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.085396o, 102.922501o tepatnya berada di Desa Paduraksa, Kecamatan Sumber Harta. Adapun informasi umum D.I. Paduraksa sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 40 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 59,76 m |
| Saluran Pasang | 59,76 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya (40 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 300.913 dan Y= 9.689.264 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya dengan tanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banyak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bisa mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 723,71 m |
| Saluran Pasang | 723,71 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya I (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 300.632 dan Y= 9.688.267 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya I sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya I sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawait lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Air Lakitan |
| Luas Baku | ± 25 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | 1 Unit Sadap (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Primer | 91 m |
| Saluran Pasang | 38,20 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 52,80 m |
Daerah Irigasi Sawah Pangeran (25 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sawah Pangeran, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 312.828 dan Y= 9.684.245 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sawah Pangeran sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi sawah pangeran sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola ataudikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Area genangan/rawa |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 136,85 m |
| Saluran Pasang | 136,85 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Setia Marga (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Setia Marga, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 285.678 dan Y= 9.691.034 tepatnya berada di Desa Setia Marga, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Setia Marga sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Setia Marga sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Keruh (Area genangan/rawa) |
| Luas Baku | ± 10 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun campuran (kebun sawit dan karet) |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 184 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 184 m |
Daerah Irigasi Sidomulyo (10 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 296.495 dan Y= 9.689.401 tepatnya berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sidomulyo sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Malus (Area genangan/rawa) |
| Luas Baku | ± 300 Ha |
| Luas Fungsi | ± 35 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 12% lahan sawah fungsi dan 88% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 6 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 627 m |
| Saluran Pasang | 627 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sri Kemuning (300 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Srimulyo, Kecamatan STL Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.144448o, 102.881234o tepatnya berada di Desa Srimulyo, Kecamatan STL Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Sri Kemuning sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Mata Air Cogong |
| Luas Baku | ± 250 Ha |
| Luas Fungsi | ± 38 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 15% lahan sawah fungsi dan 85% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 5 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 18 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.798 m |
| Saluran Pasang | 1.798 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sukakarya (250 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.158707o, 102.911586o tepatnya berada di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Sukakarya sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Mata Air Bunut |
| Luas Baku | ± 188 Ha |
| Luas Fungsi | ± 12 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 6% lahan sawah fungsi dan 94% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 8 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 10 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 6.980 m |
| Saluran Pasang | 6.980 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sukamana (188 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sukamana dan Kosgoro, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.018365o, 102.827254o tepatnya berada di Desa Sukamana, Kec. Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Sukamana sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tikip |
| Luas Baku | ± 200 Ha |
| Luas Fungsi | ± 124,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 63% lahan sawah fungsi dan 37% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 4 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 10 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.892 m |
| Saluran Pasang | 1.892 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sukarame (200 Ha)
Secara administratif daerah irigasi meliputi wilayah Desa Sukarame, Kecamatan Sumber Harta. Bangunan pengambilan air berada pada -3.033845o, 102.969814o tepatnya berada di Desa Sukarame, Kecamatan Sumber Harta. Adapun informasi umum D.I. Sukarame sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Dulu |
| Luas Baku | ± 246 Ha |
| Luas Fungsi | ± 44,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 18% lahan sawah fungsi dan 82% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Baik) |
| Bangunan Bagi | 7 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 22 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.751 m |
| Saluran Pasang | 1.751 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sukaraya (246 Ha)
Secara administratif daerah irigasi meliputi wilayah Desa Sukaraya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.008838o, 102.721028o tepatnya berada di Desa Sukaraya, Kecamatan STL Ulu Terawas. Adapun informasi umum D.I. Sukaraya sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Pendo |
| Luas Baku | ± 288 Ha |
| Luas Fungsi | ± 185,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 65% lahan sawah fungsi dan 35% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 10 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 30 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 4.035 m |
| Saluran Sekunder | 2.186,5 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi BPD Pendo (288 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Mardi Harjo, Kecamatan Tugumulyo. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.133541o, 102.958564o tepatnya berada di Desa Mardi Harjo. Adapun informasi umum D.I. BPD Pendo sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tikip |
| Luas Baku | ± 210 Ha |
| Luas Fungsi | ± 146,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 70% lahan sawah fungsi dan 30% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 9 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 39 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 3.555 m |
| Saluran Sekunder | 1.517 m |
| Saluran Pasang | 0 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Kasang Tinggi (210 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Rejo, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.026615o, 102.979046o, tepatnya berada di Desa Sumber Rejo. Adapun informasi umum D.I. Kasang Tinggi sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tikip |
| Luas Baku | ± 160 Ha |
| Luas Fungsi | ± 37 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 23% lahan sawah fungsi dan 77% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 2 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 13 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.387 m |
| Saluran Pasang | 1.387 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Megang Sakti V (160 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.016881o, 103.028562o tepatnya berada di Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Megang Sakti V sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Tawas |
| Luas Baku | ± 20 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak mencukupi untuk irigasi |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Embung (tidak berfungsi) |
| Bangunan Bagi | Tidak ada |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 333,30 m |
| Saluran Pasang | 333,30 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Pelita Jaya II (20 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 298.059 dan Y= 9.688.419 tepatnya berada di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Pelita Jaya II sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini, irigasi Pelita Jaya II sudah tidak berfungsi lagi. Tutupan lahan catchment area dan alur depresi (rawa) yang menjadi sumber air, sudah 100% ditanami seluruhnya denga ntanaman kelapa sawit oleh masyarakat setempat. Dikarenakan tanaman kelapa sawit banayak meresap air, membuat sumber air berkurang drastis, sehingga elevasi muka air embung menjadi lebih rendah dari saluran yang menyebabkan air tidak dapat masuk ke saluran irigasi dan tidak bias mensuplai saluran irigasi. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka daerah irigasi ini sudah tidak layak lagi untuk dikelola atau dikembangkan.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Ketuan |
| Luas Baku | ± 21 Ha |
| Luas Fungsi | ± 32Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 150% lahan sawah fungsi |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Sedang) |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 16 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 3.315 m |
| Saluran Pasang | 3.315 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi QII Wonorejo (21 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa QII Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat 3.176647o, 102.971633o tepatnya berada di Desa QII Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo. Adapun informasi umum D.I. QII.Wonorejo sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Kepahyang |
| Luas Baku | ± 50 Ha |
| Luas Fungsi | ± 0 Ha |
| Ketersediaan Air | Tidak ada |
| Areal Layanan | 100% lahan kebun Sawit |
| Bangunan Ambil | Bendung (Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Bagi | 1 Unit Sadap ((Tidak Berfungsi) |
| Bangunan Pelengkap | Tidak ada |
| Saluran Primer | 2.814,37 m |
| Saluran Pasang | 2.814,37 m (Tidak Berfungsi) |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Sungai Pinang (50 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat X = 311.297 dan Y= 9.676.376 tepatnya berada di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan. Adapun informasi umum D.I. Sungai Pinang sebagai berikut:

⚠️ Kondisi Eksisting:Kondisi saat ini,Irigasi Sungai Pinang sudah tidak berfungsi lagi, karena bangunan pengambilan utama sudah rusak berat dan area layanan telah beralih fungsi menjadi lahan kebun sawit. Masyarakat setempat lebih memilih bercocok tanam kelapa sawit, karena secara perhitungan ekonomi, hasil yang didapatkan dari berkebun kelapa sawit lebih besar daripada bertani sawah dan dari segi perawatan juga kelapa sawit lebih mudah dari pada bercocok tanam padi.
| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Senaro |
| Luas Baku | ± 35 Ha |
| Luas Fungsi | ± 28,5 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 80% lahan sawah fungsi dan 20% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 5 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 11 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 743 m |
| Saluran Pasang | 743 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Wonosari (35 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.059007o, 102.996586o tepatnya berada di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti. Adapun informasi umum D.I. Wonosari sebagai berikut:

| Klasifikasi | Irigasi Semi Teknis |
| Sumber Air | Sungai Malus |
| Luas Baku | ± 200 Ha |
| Luas Fungsi | ± 143 Ha |
| Ketersediaan Air | Ada |
| Areal Layanan | 72% lahan sawah fungsi dan 28% kebun campuran (kebun karet, sawit, dan lainnya) |
| Bangunan Ambil | Bendung (Kondisi Rusak Ringan) |
| Bangunan Bagi | 5 Unit Bangunan Sadap |
| Bangunan Pelengkap | 17 Unit Bangunan |
| Saluran Primer | 1.747 m |
| Saluran Pasang | 1.747 m |
| Saluran Tanah | 0 m |
Daerah Irigasi Paduraksa II (200 Ha)
Secara administratif daerah irigasi ini meliputi wilayah Desa Sumber Mulya, Kecamatan Sumber Harta. Bangunan pengambilan air berada pada koordinat -3.098928o,102.903259o tepatnya berada di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Sumber Harta. Adapun informasi umum D.I. Paduraksa II sebagai berikut:

































































